|
Wednesday, 13 September 2006 |
|
Jakarta (The Jakarta Post: (03/05/07) Berdiri di depan kelas, guru muda itu memperkeras suaranya untuk mengimbangi suara para murid yang bergemuruh diakhir hari sekolah.“Jangan lupa PR kalian!,” kata Swandaru yang berusia 25 tahun kepada murid-murid SMP Negeri 155 di Pancoran, Jakarta Selatan. Seperti biasa, Swandaru tinggal untuk menyiapkan pelajaran untuk hari berikutnya. Walaupun dia dibayar lebih rendah dari upah minimum Jakarta yang berkisar Rp900.000 (kurang dari US$100) per-bulannya, Swandaru bangga dengan pekerjaannya. “Saya inging mengajar sejak saya masih di bangku sekolah menengah. Saya melakukannya karena saya menyukainya.” Sebagai guru honorer, dia mengantongi gaji Rp500.000 per-bulan untuk mengajar kelas komputer sebanyak 20 jam per minggu. “Ya, saya tidak terlalu memikirkan tentang uang sekarang ini. Saya lajang dan masih tinggal bersama keluarga. Untuk yang lain yang sudah punya anak tentu akan berat,” katanya. |
|
Baca selengkapnya...
|