Empat PT Ditargetkan Masuk 100 Besar Asia Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Monday, 16 April 2007

 Surabaya (Media Indonesia: (16/04/07) Empat perguruan tinggi Indonesia ditargetkan masuk 100 besar perguruan tinggi di Asia atau 500 besar di dunia. Keinginan tersebut dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo saat melantik lima rektor PTN di Jakarta. Menanggapi hal itu, Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang baru dilantik Jumat (13/4), Priyo Suprobo, mengatakan harapan Mendiknas tersebut merupakan angin segar bagi perguruan tinggi untuk terus mengembangkan kompetensi keilmuannya. 

"Kita sudah diminta untuk segera memprioritaskan program-program yang mengarah pada pencapaian world class university/perguruan tinggi kelas dunia," katanya. Untuk mendukung target tersebut, pada tahun 2009 nanti Depdiknas mengharapkan dosen berpendidikan S-2 dan S-3 pada perguruan tinggi negeri (PTN) mencapai 85%, sedangkan di swasta (PTS) mencapai 55%. "Untuk guru besar di PTN ditargetkan mencapai 10%," imbuhnya.Upaya lain untuk mendukung peningkatan daya saing pendidikan tinggi, menurut Priyo, dapat dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri dalam bentuk program twinning dan kerja sama penelitian serta pengembangan dengan kalangan industri.

Terkait dengan kasus IPDN, seperti apa yang disampaikan Mendiknas, Rektor ITS menjelaskan sudah seharusnya pimpinan perguruan tinggi memberikan perhatian pada pembinaan mahasiswa untuk mencegah tumbuhnya bibit-bibit budaya kekerasan yang sering terjadi."Pesan beliau itu merujuk pada masa orientasi mahasiswa baru. Karena, kekerasan tidak hanya bertentangan dengan hak-hak asasi manusia, tapi juga menafikan tujuan mulia pendidikan untuk membentuk generasi dan pemimpin bangsa yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual," katanya.

Yang tidak kalah penting, untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, ialah penentuan kualifikasi/sertifikasi dosen dan akreditasi perguruan tinggi. Terhadap akreditasi di pendidikan tinggi yang sudah lama terbentuk, seperti yang dirumuskan pada rekomendasi Rembuk Nasional Pendidikan baru-baru ini, pemerintah sudah menyanggupi untuk meningkatkan kapasitas Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN PT) meliputi masalah anggaran, assessor, sarana dan prasarana. Sebaliknya, BAN PT diharapkan untuk terus meningkatkan kerja sama dengan lembaga akreditasi internasional. Pemanfaatan teknologi jaringan juga dianggap sangat sesuai untuk mengembangkan pendidikan tinggi di Tanah Air. Pengembangan inheren dan optimalisasi muatan disepakati sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan dan sudah dirasakan manfaatnya meski belum optimal. 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >