Winarno Surakhmad: Mendiknas Kurang Sensitif Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Wednesday, 06 June 2007

Jakarta (Kompas: (06/06/07) Departemen Pendidikan Nasional seyogianya tidak lepas tangan terkait adanya tekanan dan intimidasi terhadap guru-guru yang mengungkapkan adanya kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional atau UN beberapa waktu lalu. "Pernyataan Mendiknas bahwa Depdiknas tak akan memberikan perlindungan terhadap guru yang merasa ditekan dan diintimidasi lantaran membuka kebobrokan UN, tetapi itu urusan polisi, sungguh tidak bisa dimengerti. Selain terkesan ingin lepas tangan dalam persoalan UN, tidak sepantasnya omongan seperti itu dilontarkan oleh Mendiknas," kata Acep R, Ketua Perjuangan Guru Purwakarta, Selasa (5/6). 

Pernyataan bernada protes juga disampaikan guru-guru yang tergabung dalam sejumlah organisasi guru dari berbagai daerah. Umumnya, mereka menyesalkan pernyataan Mendiknas tersebut, yang dinilai sebagai sikap yang tidak mengayomi para pendidik.  "Jika Mendiknas menyatakan tidak akan melindungi guru-guru yang membeberkan kecurangan UN, itu jadi indikasi kuat jika pemerintah akan melakukan cara apa pun untuk mengamankan proyek UN agar tetap berjalan. Sikap pemerintah itu hanya akan memperkuat kultur bahwa guru- guru tidak boleh melawan atau kritis," kata Fadiloes Bahar, Ketua Umum Serikat Guru Tangerang.

"Seharusnya para guru mendapat perlindungan dari Depdiknas. Ibaratnya, guru itu anak dan Menteri Pendidikan Nasional sebagai orangtua. Terlebih lagi di Depdiknas ada Subdirektorat Penghargaan dan Perlindungan (Guru)," tambah Iwan Hermawan, Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia (FGII).

Kurang sensitif

Bagi tokoh pendidikan Winarno Surakhmad, pernyataan petinggi Depdiknas—terkait permasalahan yang dihadapi oleh guru; sekalipun sikap guru tersebut agak bertentangan dengan kebijakan pemerintah—menunjukkan bahwa yang bersangkutan kurang sensitif dan bahkan bisa ditafsirkan kurang menghargai guru. Padahal, tambahnya, guru berlindung di bawah Depdiknas. "Sesungguhnya yang diharapkan ialah sikap penghargaan terhadap guru agar pemerintah tak terkesan cuci tangan terhadap permasalahan mereka dan bersedia mengatasinya. Ini demi menghargai guru yang sudah berani mengungkapkan kenyataan dan bersuara demi kemajuan pendidikan," katanya. 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >