Sekolah-sekolah yang terkena gempa terima bantuan untuk kembangkan pendidikan Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Friday, 08 June 2007

 Bantul, Yogyakarta (The Jakarta Post: (08/06/07) Salah satu sekolah yang rusak parah akibat gempa bumi dahsyat di Bantul, Yogyakarta telah terpilih untuk diadopsi oleh perusahaan rokok PT HM Sampoerna dan akan menerima program pengembangan kualitas pendidikan melalui yayasan nirlaba-nya Sampoena Foundation (SF).

Pengumuman ini disampaikan pada hari Kamis kemarin dalam acara serah terima dua sekolah SMA di Bantul yang telah selesai dibangun oleh perusahaan rokok ini. Dengan disaksikan oleh Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X, presiden PT HM Sampoerna Martin G King menyerahkan sekolah itu pada Bupati Bantul Idham Samawi. “Kami percaya bahwa pendidikan adalah tanggung jawab dari semua orang dan kita menanggapi ini dengan serius,” tandas Presiden Sampoerna, King. Dia menyatakan bahwa komitmen untuk memenuhi tanggung-jawab ini ditunjukkan lewat berbagai macam pendanaan melalui SF secara nasional untuk membantu mengembangkan pendidikan di Indonesia. “Sejak tahun 2006 kita telah mendonasikan Rp167,4 milyar (US$18,6 juta) melalui Sampoerna Foundation,” katanya.

Kedua sekolah yang diserahkan-terimakan pada hari Kamis itu adalah SMA 2 Bantul, yang telah mendapatkan program pembangunan untuk laboratorium bahasa dan komputernya yang rusak berat, dan SMA 1 Pundong, yang hampir secara total dibangun kembali oleh perusahaan. Lebih dari 1,000 meter persegi bangunan di SMA 2 telah dibangun kembali dan diperbaiki bersamaan dengan sekitar 1.700 meter persegi di SMA 1. Total dana untuk proyek ini adalah Rp3.1 milyar.

Berbicara pada The Jakarta Post disela-sela upacara itu, staff Humas dari SF, Hendri B Satrio, mengatakan bahwa SMA 1 Pudong akan mengikuti program peningkatan mutu. Dengan bantuan dari SF dan dukungan finansial dari perusahaan rokok, sekolah ini akan diikutkan dalam program yayasan ‘United School Program (USP)’ – suatu program yang dimaksudkan untuk mengembangkan kualitas sekolah-sekolah menengah atas di Indonesia. “Ide dasarnya (adalah untuk mengembangkan) kualitas pendidikan dari sekolah-sekolah itu tanpa menaikkan biaya sekolah,” kata Hendri. Ini akan membantu menciptakan sejumlah sekolah berkualitas di penjuru tanah air yang dapat menawarkan biaya yang lebih terjangkau dan menyediakan pendidikan yang lebih baik bagi mereka yang kurang beruntung secara finansial, lanjutnya.

Sejak dimulainya program pada tahun 2005, dan dengan dukungan financial dari berbagai perusahaan donatur, SF telah mengadopsi 14 sekolah menengah atas negeri di Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Bali."Lima tahun dari sekarang, kami ingin sedikitnya mengadopsi satu sekolah di setiap provinsi,” kata Hendri. “Kami sudah mulai menjalankan program yang sama di sekolah-sekolah menengah atas swasta, dimulai dengan dua sekolah Islam (madrasah) di Rembang (Java Tengah) dan satu lagi di Madura (Jawa Timur).”

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >