Beragam Wujud Kepedulian Terhadap Pendidikan Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Tuesday, 12 June 2007
Index Artikel
Beragam Wujud Kepedulian Terhadap Pendidikan
Halaman 2

Jakarta (Republika: (12/06/07) Dunia pendidikan kita masih terbelit berbagai persoalan. Ini tentu memprihatinkan. Namun di tengah situasi itu ada kabar gembiranya, banyak pihak yang peduli untuk ikut serta memperbaiki situasi tersebut. Kalangan korporat atau dunia usaha adalah salah satu pihak yang memberikan kontribusi cukup besar bagi perbaikan dunia pendidikan di Indonesia. Beragam cara dan program mereka lakukan. Dan itu menjadi bagian dari kegiatan tanggungjawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Organisasi nirlaba dan LSM juga banyak yang menaruh kepedulian yang sama. Mereka berasal dari dalam dan luar negeri. Plan, sebuah LSM asal Inggris, misalnya, melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki dunia pendidikan Indonesia lewat program School Improvement Program (SIP). Mereka menggandeng sejumlah korporat untuk mendukung kegiatan tersebut. Misalnya Toyota, Accor, dan Isuzu. Pekan lalu, Isuzu menyerahkan bantuan yang disebut Isuzu Heart and Smile Project yang ditandai dengan penyerahan satu unit mobil kepada Plan Indonesia. Mobil itu akan digunakan sebagai sarana operasional program peningkatan pendidikan dasar di NTT pada umumnya dan Kupang pada khususnya.

Sponsorship and Grant Support Plan Indonesia, Yatie Saloh, mengungkapkan, SIP atau program peningkatan kualitas sekolah adalah inisiatif dari Plan untuk memenuhi hak anak terhadap pendidikan yang berkualitas. Di NTT, berbagai sekolah, anak, guru, orang tua dan masyarakat telah menerima manfaat dari program ini. Dalam dua tahun kedepan, secara khusus Plan akan mengimplementasikan program SIP di Kupang melalui peningkatkan kualitas sekolah pada enam SD. "Lebih dari dua ribu anak, ratusan guru, dan orang tua akan memperoleh manfaat langsung dari bantuan ini," ujarnya kepada Republika.

Peningkatan kualitas sekolah pada enam SD ini, lanjut Yatie, akan mencakup pembangunan atau rehabilitasi gedung sekolah, peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah untuk menerapkan manajemen berbasis sekolah,pengembangan kurikulum dan bahan ajar, penyediaan fasilitas pembelajaran lainnya, serta upaya peningkatan kesadaran pada orang tua akan pentingnya pendidikan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, pihaknya mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk kalangan dunia usaha. "Salah satunya adalah Isuzu yang memberikan bantuan mobil. Bantuan ini akan sangat mendukung pelaksanaan program tersebut,khususnya dalam mendukung mobilitas staf dan mitra program SIP," tambahnya.

Bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Isuzu untuk membantu anak-anak, pendidilk, serta orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kupang. Saat ini jumlah siswa SD yang drop out di Kupang cukup tinggi. Umumnya mereka tidak mampu menyelesaikan pendidikan sekolah dasar. Hal itu disebabkan beberapa faktor. Antara lain sistem belajar mengajar yang kurang ramah bagi siswa yang tidak pandai, metodologi belajar yang tidak partisipatif dan rnengunci kreativitas siswa, kurangnya keterampilan guru dalam membawakan materi ajar secara kreatif, serta terbatasnya alat bantu ajar. "Selain di NTT, program SIP ini juga kami lakukan di NTB, Jawa Tengah. Jawa Timur, DIY, dan Nanggroe Aceh Darussalam," jelasnya.



 
< Sebelumnya   Selanjutnya >