Login Form
| Uluran tangan bantu para siswa malang untuk bangkit |
|
|
|
| Wednesday, 26 September 2007 | ||||
Halaman 1 dari 2 Jakarta (The Jakarta Post: (25/09/07) Sebelum diluluh-lantakkan oleh gempa bumi dahsyat, SMAN 1 Pudong di Kabupaten Bantul, Yogyakarta tak punya banyak hal yang patut dibanggakan. Sekolah ini letaknya di lokasi yang terpencil dan hanya memiliki sedikit fasilitas. Gempa dahsyat – yang menghancurkan Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah pada bulan Mei tahun lalu – tidak menyisakan apapun bagi sekolah itu. “Pasca gempa, kami terpaksa melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di tenda,” kata wakil kepala sekolah Madiyono, yang membidangi urusan kesiswaan. Namun, berkat United Schools Program (USP) dari Sampoerna Foundation yang mulai dijalankan awal tahun, sekolah itu kini telah kembali bangkit dan diharapkan bisa menjadi sekolah menengah unggulan provinsi DIY. “USP diterapkan untuk mengembangkan kualitas sebuah sekolah, membuatnya sejajar dengan sekolah-sekolah nasional di penjuru nusantara dengan tetap mempertahankan biaya sekolah yang murah,” kata outreach officer di Sampoerna Foundation Yosafat Erie Setianto. Saat mengunjungi sekolah itu, dia mengatakan bahwa program ini direncanakan untuk mengadopsi setidaknya satu sekolah di tiap provinsi diseluruh nusantara. “Prinsip mendasar dari program ini adalah kemitraan dan pemberdayaan,” kata Yosafat. Program ini mendorong sektor swasta, institusi pendidikan, komunitas sekolah dan masyarakat untuk berperan serta dalam mengembangkan sekolah-sekolah dengan harapan bahwa perubahan ke arah yang lebih baik tidak akan diikuti kenaikan biaya sekolah. Sejak tahun 2005, program ini telah mengadopsi 17 sekolah menengah atas negeri, tiga diantaranya beroperasi dengan dukungan finasial dari ExxonMobil Oil Indonesia dan lima lainnya dengan dukungan finasial dari produsen rokok PT HM Sampoerna. Di antara sekolah-sekolah yang diadopsi untuk program ini termasuk SMAN 2 Sekayu di Sumatra Selatan; SMAN 5 Bukittinggi di Sumatra Barat; SMAN 2 Balikpapan di Kalimantan Timur; SMAN 3 Depok dan SMAN 11 Bandung di Jawa Barat; SMAN 2 Denpasar di Bali; SMAN 12 Makassar di Sulawesi Selatan; dan SMAN 7 Manado di Sulawesi Utara. Tiga sekolah yang beropasi di Aceh dengan dukungan dari ExxonMobil Oil Indonesia adalah SMAN 1 Syamtalira Aron, SMAN 1 Matangkuli, dan SMAN 1 Tanah Luas. Semuanya ada di Aceh Utara. Ke enam sekolah lain yang diadopsi dengan dukungan finansial dari PT HM Sampoerna adalah SMAN 1 Pandaan, SMAN 10 Malang, SMAN 13 Surabaya, SMAN 19 Surabaya, SMAN 20 Surabaya, semuanya di Jawa Tengah, dan SMAN 1 Pundong di Yogyakarta. Humas dari Sampoerna Foundation Citra I Lestari mengatakan pada The Jakarta Post bahwa tiap sekolah yang diadopsi telah melalui proses seleksi yang ketat. Untuk bisa dimasukkan dalam program ini, suatu sekolah perlu untuk mendapatkan rekomendasi dan juga komitmen penuh dari pemerintah daerah. Kepala sekolah dan para guru di sekolah itu harus punya komitmen yang kuat untuk maju. |
||||
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|




