Penyerapan Lulusan SMK oleh Dunia Usaha Meningkat Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Thursday, 05 June 2008

Bisnis Indonesia,Jakarta. Penyerapan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) oleh dunia usaha dalam negeri dan luar negeri, terus meningkat, terutama untuk kawasan Timur Tengah.

Direktur Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Joko Sutrisno mengatakan sekolah kejuruan saat ini bisa disebut sebagai mitra dunia usaha, dalam hal penyediaan sumber daya manusia (SDM).

"Lulusan SMK sekarang ini yang paling banyak diserap oleh dunia kerja adalah lulusan SMK bisnis manajemen, teknologi, hospitality, dan pertambangan. Untuk hospitality industry ada permintaan dari Qatar, Kuwait, dan London bagi 200 orang lulusan SMK untukmenjadi asisten juru masak, asisten bartender dan staf front office lainnya," kata Joko.

Indonesia juga menerima permintaan 400 orang tenaga teknisi otomotif untuk Jeddah, Qatar, dan Korea Selatan.

Sayangnya, Indonesia hanya mampu memenuhi sebagian kecil dari permintaan tersebut. Kendala utama adalah kemampuan bahasa Inggris yang masih harus terus ditingkatkan.

Untuk itu, Depdiknas akan menyiapkan lebih banyak lagi SMK bertaraf internasional. Tahun ini Depdiknas menargetkan pengembangan 4.000 ruang kelas baru yang alokasi pembangunannya untuk sekolah negeri dan swasta.

"Sumber dananya dari APBN dan APBD. Setiap ruang kelas baru membutuhkan dana Rp75 juta, jadi dana yang dibutuhkanmemang besar. Kini banyak SMA swasta di daerah sudah beralih menjadi SMK," ujarnya.

Pemerintah menargetkan perbandingan antara lulusan SMK dan sekolah menengah umum (SMU) bisa mencapai 6040. Pada tahun ini, Depdiknas berharap bisa menjaring 1,5 juta lulusan SMP untuk masuk ke SMK

Menurut Joko, lulusan SMU yang melanjutkan ke perguruan tinggi tidak lebih dari 30% dari total lulusan, sedangkan sisanya bekerja pada lapangan pekerjaan dengan kualitas rendah.

Adapun, 15% dari 750.000 lulusan SMK memilih melanjutkan ke politeknik dan sisanya dapat terjun langsung ke dunia kerja yang kualitasnya jauh lebih baik dibandingkan dengan lapangan kerja yang tersedia untuk tamatan SMU.

Oleh Hilda Sabri Sulistyo Bisnis Indonesia

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >