Login Form
| Perubahan SMA Jadi SMK Dibuka |
|
|
|
| Tuesday, 15 July 2008 | |
|
Banyak SMA Swasta Tutup JAKARTA (Ml) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tidak menampik adanya kecenderungan banyak sekolah menengah atas (SMA) swasta di berbagai daerah yang gulung tikar karena kebijakan pembalikan rasio jumlah SMK pada 2010 menjadi 5050 (jumlah SMA). Selama ini, rasio SMKSMA (3070) yang dipelihara pemerintah banyak menghasilkan lulusan yang tidak siap kerja dan menjadi pengangguran. "Kami memungkirinya, terjadi dampak tidak langsung yakni peminat SMA swasta yang mulai mengalihkan minatnya ke SMK," kata Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno di Jakarta. Ia menjelaskan kebijakan Depdiknas perihal SMK memang diarahkan tidak hanya untuk kompetensi bekerja, tapi juga bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi bidang vokasi (kejuruan). Hal itu, lanjut Joko, otomatis memungkinkan sejumlah SMA swasta terpaksa gulung tikar karena minat siswa yang beralih memilih SMK daripada SMA swasta. "Booming SMK pun su-dah terbukti di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya," tambahnya. Bahkan tidak hanya di SMA swasta, saat ini sejumlah SMA negeri sudah ada yang berubah status menjadi SMK, seperti 4 SMA negeri di Mataram (NTB), 1 SMA negeri di Karang Anyar Oawa Tengah), dan 2 SMA negeri di Malang (Jawa Timur). Adanya kecenderungan pengalihan minat siswa SMA swasta ke SMK menyebabkan SMA swasta terancam bangkrut tersebut. Menurut guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Basuki Wibawa, hal itu tidak hanya disebabkan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan SMK. "Namun juga adanya kecenderungan orang tua siswa yang menginginkan pendidikan lebih murah sehingga pilihannya tidaklain adalah pendidikan di sekolah negeri. Walaupun harus memilih sekolah kejuruan," ujar Basuki kepada Med in Indonesia di Jakarta. Dekan Fakultas Teknik UNJ itu menambahkan, masyarakat juga mulai melek informasi atas sejumlah tayangan iklan SMK (khususnya di Metro TV) yang menimbulkan kesan bahwa lulusan SMK saat ini tidak dino-morduakan karena mendapatkan kompetensi kerja dan kesempatan melanjutkan pendidikan kejuruan lebih lanjut. Bantuan Adanya kekhawatiran terhadap semakin banyaknya SMA swasta yang gulung tikar karena percepatan program pembangunan SMK dimaklumi Depdiknas. Untuk itu, Depdiknas berjanji akan memberikan bantuan pengadaan peralatan bagi sekolah SMA swasta yang terpaksa gulung tikar jika mengubah statusnya menjadi SMK. Bantuan pengadaan peralatan itu akan disesuaikan dengan potensi daerah dan tergantung vo-lume bantuan serta anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah. "Jika potensinya daerah manufaktur, SMA swasta itu bisa menjadi SMK yang berbasis manufaktur. Jika potensinya pariwisata, SMK pariwisata. Itu agar perubahan status tidak sia-sia," ujar Joko. Kendati demikian. Joko menyarankan SMA swasta yang berada di kota-kota besar sebaiknya mengembangkan SMK yang berbasis pariwisata, industri manufaktur, dan industri kreatif, seperti animasi dan pengembangan perangkat lunak komputer. "Karena anggaran tahun ini sudah berjalan, bantuan itu tidak bisa diberikan tahun ini. Namun, SMA swasta bisa segera mengajukan proposal ke dinas pendidikan kabupaten/kota agar bisa diproses pada anggaran tahun depan," ujar Joko. Namun, akan disayangkan bila program percepatan pembangunan SMK tersebut masih sedikit menyentuh pengayaan wirausaha dan kemandirian lulusannya. |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|




