Login Form
| Jurusan di PT Dirampingkan |
|
|
|
| Wednesday, 19 November 2008 | |
|
Depdiknas Target Bisa Atasi Problem Pengangguran Terdidik JAKARTA (SINDO) -Pemerintah akan merampingkan beberapa jurusan di perguruan tinggi (PT) untuk mengatasi problem pengangguran terdidik. Kebijakan strategis tersebut akan dilakukan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), antara lain dengan membatasi proposal pembukaan jurusan baru di seluruh perguruan tinggi. Menurut Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika, pembatasan ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan di Indonesia. Menurut Dodi, setiap jurusan baru yang diusulkan perguruan tinggi akan disesuaikan dan dianalisis berdasarkan kebutuhan pasaragar lulusannya tidak menganggur. "Selama ini mutu Iata rendah dan relevansinya dipertanyakan. Rata-rata masa tunggu sarjana untuk mendapatkan pekerjaan pertama juga cukup panjang, satu tahun. Itu harus diperpendek," ujarnya di Jakarta kemarin. Dodi menyatakan, salah satu jurusan yang akan segera dirampingkan adalah pertanian serta matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA). Selama ini, menurut dia, penjurusan di dua bidang tersebut sangat banyak. Dia mencontohkan di bidang pertanian ada jurusan penyuluhan, budi daya, evolusi pertanian, penyakit, agronomi.sosial ekonomi pertanian, dan gizi. Sementara di MIPA ada jurusan biologi, kimia, fisika, matematika, kimia organik, dan statistika. "Seharusnya penjurusan yang sempit seperti itu ada di strata 2 (S-2) dan strata 3 (S-3)," kata Dodi. Akibat banyaknya jurusan yang ada, keilmuan sarjana lulusan bidang pertanian dan MIPA terlalu sempit. Lowongan pekerjaan yangtersedia untuk jurusan yang sesuai juga sangat sedikit. "Akhirnya banyak yang bekerjadiluar kapasitas dan banyak pula yangme-nganggur," ungkapnya. Dalam waktu dekat, pe-jabat perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) akan dikumpulkan Depdiknas dalam rangka sosialisasi Revitalisasi Program Studi. Detail program dan anggaran pendampingan untuk perguruan tinggi telah disiapkan. "Perguruan tinggi yang bersedia merombak tatanan penjuru-an, diwajibkan mengirimkan proposal dan akan diberikan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk tiap paket," katanya. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Depdiknas Fasli Jalal sebelumnya menyatakan, saat ini di Indonesia ada sekitar 730.000 sarjana yang menganggur. Sebanyak 410.000 orang di antaranya berkualifikasi strata 1 (S-l). "Ke-banyakan dari pengangguran terdidik ini berasal dari jurusan sosial," ungkapnya. Dia mengungkapkan, ada 4,3 juta mahasiswa di Indonesia. Satu juta mahasiwn terdapat di PTN, sementara 2,3 juta di PTS. Lainnya, 430.000 berkuliah di Universitas Terbuka (UT), 500.OOOmemilih jurusan pendidikan agama, dan 50.000 ada di pendidikan kedinasan. Dari jumlah itu, kata Fasli, sekitar 25% ada di jurusan sosial,20% ada di jurusan teknik, dan masing-masing 10% di jurusan MTPA, kesehatan, teknik, pendidikan, komputer, dan pertanian. PTS banyak membuka jurusan sosial, sedangkan program studi MTPA sangat sedikit. |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|




