Login Form
| Program Diknas Harus Tepat Sasaran |
|
|
|
| Wednesday, 19 November 2008 | |
|
Sapto Handoyo: Banyak Anak Usia Dikdas Belum Sekolah Rakyat Merdeka. SAMPOERNA Foundation bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan mengajak pihak swasta dan pemerintah membangun suatu program pendidikan masyarakat daerah terpencil. Ada berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberikan akses kepada mereka yang selama ini belum terlayani, selain membangun unit sekolah atau ruang kelas baru, ada berbagai program pendidikan dasar alternatif. Pendidikan alternatif itu meliputi Program Kesetaraan Paket A, Paket B, SMP Terbuka, SD Kecil, SD-SMP satu atap, SD Pamong, dan bentuk-bentuk pendidikan layanan khusus yang diprakarsai pihak swasta seperti sekolah rimba, sekolah anak-anak miskin, gelandangan dan anak jalanan. Namun demikian masih banyak kelompok masyarakat yang belum terjangkau oleh bentuk-benkfk layanan pendidikan tersebut. Sapto Handoyo selaku Comunication Director Sampoerna Foundation mengajak pemerintah tidak hanya fokus melakukan pembangunan fisik saja. "Untuk teman-teman di pemerintah, kita harus sama-sama melakukan sesuatu yang tidak fokus hanya melakukan pembangunan fisik saja," kata Sapto Handoto, dalam diskusi bertemakanPelayanan Pendidikan Berkualitas di Daerah Terpencil" yang diselenggarakan di Sampoerna Foundation Teacher Institute, Sampoerna Strategic Square, Jakarta. Menurut dia, kalau melakukan pembangunan fisik saja sangat mudah, tetapi yang lebih susah Itu adalah membangun kapasitas dari manusia dan membangun kapasitas sistem managemen yang lebih balk. "Itu yang paling penting," cetus Sapto bersemangat. Menurut Sapto, dengan membangun kapasitas SDMdan kapasitas sistem managemen yang lebih baik, maka pada saat negara ini membutuhkan suatu SDM yang bagus, manusia yang bagus itu tersedia. "Karena selama ini kita lebih banyak pembangunan fisiknya sehingga pada saat kita membutuhkan manusia-manusia yang bagus, manusia yang bagus itu tidak ada," katanya. Demikian pula dengan pihak swasta. Sapto menyarankan swasta membuat program sosial yang sifatnya jangka panjang dan benar-benar dibutuhkan masyarakat. "Kita harus mulai membuat program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Seperti sebuah study untuk menggali apa saja yang dibutuhkan masyarakat dan juga menggali apa saja yang dimiliki masyarakat," katanya lagi. Pihak Sampoerna Foundation sendiri sudah memberikan beasiswa pada anak-anak di seluruh wilayah Indonesia setiap tahunnya. Dan Sampoerna Foundation sudah membuat program-program peningkatan kualitas pendidikan di beberapa daerah yang tidak terialu terpencil. Seperti pengembangan sekolah dan pengembangan mutu guru. Dalam diskusi tersebut disimpulkan bahwa jangan ada lagi saling menghujat antara pemerintah dan swasta, melainkan bagaimana pihak pemerintah dan swasta bersama-sama saling mengisi dan melengkapi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan untuk anak-anak di Indonesia dengan melihat pengalaman-pengalaman sebelumnya. Secara umum, sebenarnya diskusi Ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kontribusi yang bisa diberikan oleh pihak swasta dalam Ikut mengatasi permasalahan pelayanan pendidikan dasar untuk anak-anak usia 7-15 tahun yang tertinggal di daerah terpencil. |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|




