Login Form
| Budaya Korupsi telah Ada Sejak di Bangku Sekolah |
|
|
|
| Monday, 11 December 2006 | |
|
Jakarta (Media Indonesia: 08/12/06) Koruptor bukan manusia. Tiada rasa tiada hati. Berantas saja dengan pisau belati. Lagu yang dimodifikasi dari lagu berjudul Rocker juga Manusia itu dibawakan oleh Candil bersama kelompok musiknya Seurieus, di depan puluhan siswa-siswi SMU Negeri 6 Bulungan Jakarta, Selasa (4/12). Usai membawakan lagu yang cukup populer di telinga anak muda itu, Candil kemudian membagi-bagikan buku berjudul Paham dan Lawan Korupsi kepada para murid yang hadir menyaksikan penampilannya. Kehadiran band Seurieus tidak sedang mengisi pensi alias pentas seni di sekolah itu. Mereka bersama artis sinetron sekaligus Duta Antikorupsi Happy Salma, dipercaya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjadi mentor workshop antikorupsi kepada para pelajar.Workshop ini sekaligus menjadi rangkaian Hari Antikorupsi Nasional, yang diperingati setiap 9 Desember. Candil dan Happy pun menjadi pusat perhatian para siswa yang berkumpul di aula SMAN 6 Bulungan. Apalagi mereka menyampaikan pesan moral antikorupsi dengan contoh-contoh yang sangat dekat dengan kehidupan para pelajar.''Kalau masuk sekolah jam tujuh pagi, harus tepat waktu. Jangan datang jam tujuh lebih 15 menit. Itu sudah korupsi waktu,'' kata Candil dengan serius. Happy Salma pun menimpali dengan memberikan contoh uang SPP. ''Uang bayaran sekolah harus dibayarkan sesuai dengan jumlahnya. Jangan dipakai untuk jajan. Itu sudah bagian dari korupsi. Mulailah hari ini dengan budaya antikorupsi,'' ujar Happy. Kedua orang beken itu kemudian membiarkan para siswa mengungkapkan pandangan atau pertanyaan seputar korupsi. Sheila, siswa kelas dua SMA yang ikut sebagai peserta dalam workshop itu, baru menyadari bahwa banyak peluang terjadinya korupsi. ''Saya jadi semakin tahu apa itu korupsi. Dalam kehidupan kita sebagai remaja pun, banyak peluang terjadinya korupsi. Hal ini sering tidak kita sadari. Korupsi waktu misalnya, merupakan benih dari awal ketidakdisiplinan,'' ujarnya. Lain pula dengan Dewi yang menanyakan mengapa korupsi sulit diberantas. ''Bahkan kasusnya semakin banyak. Setiap hari selalu ada berita soal korupsi.'' Eko Susanto dari Badan Informasi dan Pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengadakan workshop di sekolah-sekolah menambahkan, banyak peristiwa di seputar remaja yang telah menjurus ke arah tindak korupsi. ''Misalnya membuat surat izin mengemudi (SIM) kendaraan bermotor atau KTP, tanpa proses yang telah ditentukan oleh peraturan yang ada. Banyak orang yang memberikan tips kepada pembuat SIM atau KTP supaya cepat diproses dan jadi. Itu adalah tindakan korupsi,'' ujarnya. Hal-hal semacam itulah yang kini membudaya di masyarakat. Hampir di seluruh sektor tidak ada yang lepas dari budaya pungutan liar. Budaya semacam itu yang menjadikan Indonesia sebagai negara korup dan proses pembangunan pun terhambat. ''Utang terus menumpuk, rakyat semakin miskin. Pembangunan tidak maju,'' kata Eko saat menjelaskan dampak korupsi bagi sebuah negara. KPK telah menjalankan program pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah, sepanjang 2006. Sebanyak 1.050 siswa di DKI Jakarta telah mengikuti workshop antikorupsi. Selain itu, KPK telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Jakarta untuk sosialisasi kurikulum antikorupsi di sekolah-sekolah. ''KPK juga akan mendukung deklarasi antikorupsi yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beberapa perguruan tinggi, 9 Desember nanti,'' kata Eko. Di penghujung workshop, para pelajar bersama Seurieus dan Happy Salma menyanyikan lagu mars Antikorupsi berulang kali dengan penuh semangat. Korupsi itu jahat, sangat jahat. Bikin rakyat melarat, bangsa sekarat. |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|




