| Sertifikasi Guru Terkesan Tak Siap. Jumlah Yang Lulus Diperkirakan Hanya 50 Persen |
| Wednesday, 22 August 2007 | |
|
Jakarta (Kompas: (21/08/07) Sejumlah guru berpandangan bahwa program sertifikasi yang segera dilaksanakan oleh pemerintah terkesan belum siap. Bahkan, guru yang telah terpilih untuk mengikuti proses sertifikasi tahap awal ini pun mengeluhkan terbatasnya waktu untuk menyiapkan portofolio sebagai basis penilaian sertifikasi. Penilaian ini muncul dalam diskusi tentang sertifikasi guru yang diselenggarakan Indonesia Corruption Watch (ICW) Bidang Pendidikan di Jakarta, Senin (20/8). Diskusi itu dihadiri para guru dari Jakarta dan sekitarnya, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bedjo Suyanto, serta Lodi Paat dan Jimmy Paat dari Koalisi Pendidikan. Hal senada diungkapkan Tety Sulastry, guru SMA Negeri 24 Jakarta Pusat. Para guru yang terpilih mengikuti sertifikasi di sekolahnya hanya punya waktu sekitar tiga hari untuk menyiapkan portofolionya. Dia juga mempertanyakan tentang perekrutan guru yang menjadi peserta sertifikasi. Dalam diskusi juga mencuat sikap pesimis pada sejumlah guru yang ikut sertifikasi bakal bisa lulus. Terkait dengan itu, mereka juga belum paham bagaimana nasib para guru yang dinyatakan belum lulus tersebut. Bagi Lodi Paat, sertifikasi yang akan dilaksanakan saat ini terkesan awut-awutan. "Sosialisasi proses sertifikasi masih minim. Selain itu, terkesan belum siap. LPTK (lembaga pendidikan tenaga kependidikan) sendiri belum mengetahui materi pelatihan selama enam hari yang akan dilaksanakan. Padahal, transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan konflik," ujarnya. "Kalau hanya ingin meningkatkan kesejahteraan, tidak perlu proses sertifikasi seperti yang ditetapkan sekarang ini, yakni portofolio," ujarnya. |